Sabtu, 30 April 2011

if only the sun is enough to shine up my soul


Jumat, 29 April 2011

In search of housing

Salah satu persiapan yang harus diselesaikan sebelum berangkat ke AS adalah mencari apartemen. Awalnya langkah ini terdengar sulit karena kurangnya pengetahuan saya terhadap lingkungannya yang terletak on the other side of the world. Untungnya ada internet, semuanya jadi lebih mudah. Saya belum memutuskan untuk tinggal dimana, tapi sudah punya beberapa pilihan. Cara-cara yang ditempuh adalah:

1. craigslist.org
craigslist ini menjadi semacam iklan untuk masyarakat umum, disini kamu bisa mendapatkan penawaran apa saja. untuk pencarian apartemen, bisa memilih housing/apt, atau room share (yang jatuhnya lebih murah). Ketik juga wilayah yang dicari. Ada baiknya sebelumnya cari tahu dulu mau dimana tinggalnya, dipusat kota atau dekat dengan letak universitasnya. Saya sendiri akan tinggal di Waltham, salah satu daerah di Boston. Saya mengetik "Boston" dan mencari Waltham secara manual.

2. website resmi university housing
disini kamu bisa mencari rumah/apartemen yang dekat dengan kampus karena yang menawarkan adalah mahasiswa universitas tersebut yang sudah hampir selesai. Disini pilihannya jauh lebih baik karena harganya untuk mahasiswa which is cheaper.

3. google Permias
Permias atau Persatuan Mahasiswa di Amerika Serikat, seperti namanya merupakan perkumpulan orang-orang Indonesia yang tinggal di AS yang tentu saja akan senang membantu jika ada orang Indonesia yang ingin pindah kesana. Permias terletak di (hampir) setiap state. Saya membuka FB dan websitenya dan mengirm email ke beberapa anggotanya. Kita sisa memilih siapa yang kira-kira terlihat kurang sibuk dan bisa membantu.

4. Aminef memberikan alamat email seseorang yang juga adalah fulbrighter indonesia yang bersekolah di tempat yang sama
Ini merupakan cara yang paling mudah untuk mencari informasi mengenai lingkungan, cuaca, situasi, dan tentu saja tempat tinggal. Mungkin karena sesama fulbrighter jadi tidak pelit informasi. Dia bahkan ingin membantu untuk mencarikan tempat tinggal dan apapun yang saya butuhkan sebelum saya sampai disana.

Senin, 28 Februari 2011

meeting my teman kecil


ki-ka: rika, dian , neni, a girl from arab

the picture above was taken at my 8th birthday in a small town called starkville. i spend my childhood ther efor 4 years and met two siblings that became one of my bestfriends, rika and neni. i left that town, separated from both of them in 1994.

our friendship didnt stop there. we still write letters to each other through mail, walaupun rika dan neni pun kembali ke Indonesia dan ke kota asalnyam Bengkulu, especially me and rika. we send birthday cards as well. tapi sampai kita sudah beranjak abg, sekitar umur 13 belas tahun, surat-menyurat berhenti. maybe coz we met new friends and new activities and didnt have enough time to write those letters.

Facebook mempertemukan kita kembali. from therem i could finally see their image and how they grew up so well. we didnt chat to much anymore though.

now in 2011, we live in the same city, Jakarta, dan akhirnya bertemu kembali. kita janjian di salah satu mall. at first it was so awkward, we didnt know how or where to start the coversation. 2 jam pertama masih sangat kaku. we talked about one thing, then we slipped to another topic, damn awkward hahhaaa.

tapi akhirnya we mingled and got along. we spend one whole day together talking and having fun, we had ice cream, played in game station, ate sushi, then came to the apartement for awhile. there, they met my parents dan ngobrol ngolor ngidul. im really enthusiastic to meet them again, so we made arranged another meeting for ice skating! yeah, thats gonna be a lot of fun!



rika, dian, neni

Selasa, 15 Februari 2011

Jumat, 11 Februari 2011

Jumat, 27 Agustus 2010

journey "gila" di wakatobi

this is a story of my journey to a beautiful island name WAKATOBI. it happened around a month ago. saya pertama kali mendengar pulau ini dari infotainment, dmana artis kita, Nadine Chandrawinata menceritakan pengalaman divingnya yang menakjubkan pada penonton. i thought " wow, where is this place? i have go there one day". dan masuklah "visiting wakatobi" ke dalam list resolusi 2010 ku. belakangan saya baru tahu, kl one of my friend, anti, berasal dari wakatobi. krn anti kebetulan mmg pengen ngejenguk neneknya, saya dan noe, a guy friend, nemenin anti 'pulang kampung'sekilas informasi, wakatobi ternyata bukan nama satu pulau, tapi beberapa pulau. pengambilan nama wakatobi diambil dari 4 pulau terbesarnya, Wangi-wangi (wanci), Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Pulau-pulau ini letaknya di Sulawesi Tenggara.

Let me introduce you to my travelmate,
anti
noe


ok, so lets start the journey with me..

-1st august

karena pertimbangan ingin lebih merasakan perjalanan dan menghemat biaya, kita memilih untuk naik kapal dari makassar ke bau-bau (kotamadya sulawesi tenggara). dengan berbekal masing-masing satu tas ransel dan tas berisi snack, kita memulai perjalanan kami.

suasana di pelabuhan tampak ramai. walaupun masih jam 4 pagi, segerombolan orang dengan dos-dos berat terlihat berdesak-desakan. setelah bersusah payah masuk kedalam kapal, mencari gerbong, melewati orang-orang yg tertidur dilantai kapal, akhirnya kita mendapatkan kamar kita.

kamar kita di kapal. saya dan anti main iphone.noe sibuk sendiri dengan kamera

kapal nya mulai berlayar sekitar jam 6-7 jam, we didnt really realize karena goyangannya tidak terlalu terasa,then we spend 12 hours on that ship. setelah berlabuh di bau-bau, kita langsung menaiki kapal kecil menuju pulau pertama, Wangi-wangi. sebenarya kita dilarang untuk naik kapal itu malam itu, karena ombak lagi kencang, tp tidak tau kita dapat kenekatan dari mana, we didnt care n continued.

Di kapal ini tersedia tempat tidur untuk penumpangnya. tapi keadaanya agak menyedihkan. mmm, let me correct, bukan tempat tidur, tapi semacam matras tipis. untuk satu papan lebar, ada dua row. jadi kl kita baring, kepala kita ketemuan sama kepalanya penumpang dari row yg satunya. tidak ada pembatas antara

Well, the person who worn us was right, ombaknya sangat kencang, kapalnya miringnya lumayan parah, tp i didnt care, i was too tired n sleepy,haha. saking kencangnya, ada beberapa yg muntah. saya tidak, karena minum antimo =)

-2nd august

setelah 10 jam perjalanan, sampailah kita ke wangi-wangi. kita disambut dengan hangat oleh keluarga anti, dibawa makan ikan yg super duper lezat zat. then we visited this resort, yg katanya paling terkenal di Wangi-wangi. it was beautiful. tadinya kita mo main banana boat, however we couldnt karena ombaknya masih kencang.

then we visited another beach. disini kita naik perahu katingting mini.

-3rd august

pagi-pagi kita sudah siap-siap ke pelabuhan untuk ke pulau ke tiga, Tomia. utnuk ke pulau ini, ada dua macam kapal yg bisa kita naiki, speedboat dan kapal kayu. tapi karena ombak masih kencang,kita hampir tidak dapat kapal karena tidak ada kapal yg berani berlayar saat itu. well luckly ada satu kapten "sinting" yg tetap mau berlayar dengan kapal kayunya. and yes, ombaknya kencang parah, karena masi siang, i couldnt sleep, dan terpaksa melihat aksi kapal ini melawan ombak. kita duduk diatap kapal, yang sisi sisinya cuma dihalangi kayu tipis. beberapa kali barang-barang kita hampir terjatuh ke laut karena kemiringan kapal. yup, it was scary, but still fun.

diatas atap kapal kayu yang tak beratap. panas mameeen

we needed 5 hours to arrive to Tomia. sekitar jam 2 siang, kita sampai disana. setelah menjenguk neneknya anti, kita langsung ke lokasi diving. after completing all diving equipments, we start looking for a good diving spot. dan akhrinya dapat satu, tapi lupa nama lokasi nya,hihihi.

di pelabuhan Pulau Tomia


tidak seperti my two friends yang memang anak pulau dan suka diving, i never dived before, i cant even swim! tapi karena ngebet pengen ikutan diving, i didnt say anything to the instructor,so he didnt explain anything to me. setelah noe dan anti nyemplung duluan, dengan refleks si instruktur memandangku dan dari pandangannya, he was saying "hey, its ur turn. get

down now" dan berdeguplah jantung ini tidak karuan. but i still didnt want to tell. i just stand up and step my feet to the edge of the boat and start praying sambil berdengung dikepala "gilaa, ini tas oksigen berat meen, spatu kodoknya juga tidak keren skalii!" dan ternginag lah suara instruktur berkata, "kaki kanan dulu yg masuk", saya baruuu saja mo ngebalas, "eh jangan dulu jangan dulu" tapi karena pipa oksigen yg sudah dluan masuk kemulutku dan menghambat pergerakan mulut dan suara ku, i couldnt say anything, until he pushed me into the sea.

sekali lagi, i never dived ever before, jadi saya belum terlalu ngerti bernapas pake pipa oksigennya, and i cant swim, walopun i got that fuckin pelampung, i still feel unsecure. sesaat setelah nyemplung ke laut, i was just panic, pipa oksigennya terlepas dari mulutku. i breath inside the water, air asin dengan leluasanya masuk kedalam lobang mulut dan hidung, all i can do was waive my hand. untungnya instructurnya sigap dan langsung menyelamatkan ku. sebenarnya saya tidak tenggelam sama skali, pelampungnya saat itu masi berangin, hanya karena panik i couldnt organize my head to be on the air, bego banget bukan? haha

dari kiri-kanan

noe,sudah lincah foto sendiri

anti, didalam air masih bisa gaya-gayaan

saya,masih berpegang erat sama instruktur

setelah kejadian 'mengerikan itu', akhirnya, masih didalm air, berpegangan sama instruktur, saya dengan jujur dan mantab berkata, "saya tidak bisa berenang", n he just laughed. *malu*

untunglah instruktur nya baik hati, dia kembali mengingatkan untuk bernapas dengan pipa oksigen melalui mulut, dan menemani ku berdiving ria, sementara noe dan anti sudah asyik berfoto-foto didalam laut.

sayangnya karena kita mulai divingnya agak telat, kita hanya bisa berada dalam laut kurang dari sejam. it was enough for me. karena kaget berlapis-lapis, i felt so exhausted. anyway, menurut orang-orang tomia, diantara 4 pulau wakatobi, diving di tomia yang paling asyik karena ikannya beragam dan cantik-cantik. tapi sayangnya lagi, karena ombaknya waktu itu masih belum stabil, kita tidak menemukan banyak ikan. terus di tomia juga ada resort eksklusif dan luar biasa mahal. namanya resort wakatobi. biasanya yg kesini turis non-lokal. jadi sudah masuk kedalam satu paket dengan penerbangan bali-resort wakatobi, diving, snorkling, penginapan bintang 5. dengar-dengar harganya sekitar 40 jutaan. *kl ukuran saya mah, harus puasa dan nabung 10 tahun untuk paket trip ini*

-4th august

pagi-pagi kita sudah siapkan diri dan bawaan kita untuk menuju ke pulau ketiga, Kaledupa. tp sebelum ke pelabuahan, kita menyempatkan diri untuk ke puncaknya tomia. dengan ojek, saya menikmati pemandangan hutan-hutan yang masih belum tersentuh dan aroma udara yang menyegarkan.

dari puncak, tampak jelas keseluruhan pulau tomia dan pulau kecil di sekelilingnya yang sepertinya tidak berpenghuni. dari sini, warna laut terlihat sangat alami dan bersih. biasanya kl sudah dapar pemandangan yang indah kayak gini, kita dengan kalap berfoto-foto, namun karena hujan mulai berjatuhan, niat foto-sampe-poge pun diurungkan.

dipelabuhan, speedboat sudah menunggu kedatangan kita dan siap untuk berangkat. berbeda dengan kapal kayu, dengan speedboat kita bisa sampai ke tempat tujuan lebih cepat. ombak waktu itu lagi baik hati, tidak banyak goyang, jadi kita bisa sampai tepat waktu di pulau kaledupa.

disini kita mulai panik karena tidak ada persiapan sama sekali (keluarganya anti tidak mengetahui kedatangan kita). we basiclly dont know where is the address of anti's family and to make it even worst, there were no signal, at all. kita sempet duduk dengan begonya dipelabuhan, sampe si mas tukang ojek dengan lembutnya nanyain mo kmana. anit yang saat itu hanya berbekal nama tantenya, dengan polos menyebut nama tantenya itu. untungnya ditempat ini sistem kekeluargaannya kental banget, sampe si tukang ojek tadi langsung ngangguk dan nawarin kita untuk diantar kesana. hoo thanks God.

Pulau Kaledupa

setelah menyusuri hutan yang agak terjal dan berlikaliku, akhirnya kita sampai di rumahnya yang kita maksud. dibandingkan dua pulau sebelumnya, pulai ini lebih tertinggal.

hari itu juga kita memutuskan untuk diving lagi. nah, untuk ke tempat diving yang bagus, kita harus nyerang pulau dulu. kali ini kita nyebrangnya naik perahu katingting. perahu ini agak mengerikan menurutku, karena sangat memetingkan keseimbangan. kl tidak seimbang, perahunya bisa kebalik. selama perjalanan, saya berusaha sebisa mungkin meminimalisasi pergerakan tubuh. i dont even dare to turn my head too much.

dalam perjalanan ini saya berkesempatan untuk melihat secara langsung perkampungan suku bajo. rumahnya kurang lebih seperti rumah kayu di kampung saya, hanya saja perkampungan ini letaknya di tengah laut. mata pencaharian penduduknya tentu saja nelayan.

singkat cerita, kita mendapatkan salah satu basecamp diving. after we registered ourselves, mas instrukturnya mulai menerangkan teknik-teknik menyelam. seharusnya, saya merasa aman sekarang karena sdh tau how to do what, but i was wrong. terlalu banyak yg dijelaskan membuatku stress! haha

selama dikapal menuju spot diving, saya terus mempraktekkan teknik yang sudah diajarkan, tp slalu adaaaa aja yg klupaan, mm dasar pikun. anyway, noe dapat giliran pertama nyemplung. dia ditemani dengan istruktur akhirnya muncul kembali 15 menit kemudian. dengan bangga dia blg kalo sampe kedalaman 10 meter dan bertemu ikan dalmation, ikan gelembung, terumbu karang warna warni. tidak mau kalah, saya mengajukan diri untuk myemplung berikutnya. walaupun masih ketakutan, i tried to manage my fears, n it worked out. tapi sayangnya, karena saat itu tiba2 saya mengalami gangguan di telinga, i only can make it sampe kedalaman 2 meter. tadinya mo dipaksain, tapi daripada gendang telinga saya pecah, saya sudahi saja lah.

berikutnya giliran anti. dia lebih hebat lagi, bisa sampai kedalaman 11 meter. mungkin karena sudah tau nikmatnya nyelam, si noe dan anti bahkan berencana untuk bikin diving license. saya tidak. mungkin konsentrasi untuk blajar berenang dulu aja deh.

keindahan bawah laut

kamu sirik? saya juga sirik..huff

hoo,this is why anti and noe are dying to have diving license

5th august

this were our last day at wakatobi. jadi pagi-pagi banget, kita sudah siap untuk kembali nyebrang ke pulau pertama, Wangi-wangi. kali ini kita naik speedboat lagi karena emang mo kejar pesawat kita yg berangkat jam 10. sesampainya di Wangi-wangi, kita langsung ke Bandara Matahora.

Bandara nya kecil, seluas satu ruangan belajar di sekolah pada umumnya. setelah menunggu 2 jam, akhirnya pesawatnya datang. perjalanan untuk ke Bau-bau ini sangat singkat, hanya memakan waktu 15 menit. Kita memang ngambil pesawat yang connect sama penerbangan ke Makassar, dan ternyata pesawat yang kita naiki tersebut yang akan terbang ke Makassar. kita hanya transit sekitar 5 menit di Bau-bau, dan pesawatnya siap terbang. Fyi, pesawatnya memang kecil, tapi sangat nyaman, ukuran kursi penumpangnya sebesar kursi penumpang VIP-nya Lion Air. Lama perjalanan Bau-bau ke Makassar adalah 45 menit.

Finally I'm back to Makassar. Something new. My tanned skin and a great memory of the adventure.

Sesampainya di rumah, Ibu sudah komat-kamit, menceritakan betapa khawatirnya dia selama perjalanan saya kesana karena ada kapal yang tenggelam di perairan Sulsel dan menewaskan 12 orang penumpangnya karena ombak yang kencang. BMG juga sudah memberikan kode merah di wilayah Wakatobi, yang artinya larangan untuk berlayar. That's why i call this trip, GILA.

but...fun =D

Jumat, 30 Juli 2010

bye OFFICE

when u r on ur way catching ur dream, sometimes u need to let go something else uve been dreaming for. im in a that kinda situation now.


to pursue my dream being a lecture, saya memutuskan untuk kembali melanjutkan kuliah dan akhirnya keterima di salah satu universitas di ibukota. itu artinya, saya harus meninggalkan makassar, and everything in it. my superduper cozy room, my great bestfriends, tempat hengot yg asik, kumpul2 activity dengan keluarga besar, dll. ill leave them all here. but then i keep telling myself that it'll only take 2 years, after im done, ill totally come back.


tapi there is one thing ill never be back for, the place where work for lately. ini karena tempat saya bekerja adalah sebuah proyek yg akan berjalan hingga tahun2012. when im done at jakarta, proyeknya juga sudah bubar.

this is my first REAL job, n its quite prestigous for me..untuk ukuran fresh graduate yang belum banyak pengalaman kerja. i had great times here, walaupun beberapa bulan pertama saya sedikit sulit beradaptasi. tp karena beban kerja yg tidak terlalu memberatkan dan teman sesama staf baik2, i finally loved this place. its really sad when i have to leave disaat saya sudah benar-benar merasa nyaman disini.

well anyway, about those staffs i said, saya mau bercerita ttg mereka..here they are



Sukma, Secretary/Treasurer



Kak sukma merupakan orang yg paling dipercaya sama mr.tsubogo. seluruh keuangan proyek dipegang sama dia.selain itu dia juga diberi tanggung jawab untuk mengawasi kedisiplinan staf lokal lainnya. memang dia orangnya tajam terpercaya. karakternya lugas, tegas, dan KAJILIJILI. lumayan pelupa juga,haha. tapi orangnya asik dan baik. walopun suka dijahilin sama k mel, k sukma tersenyum saja. ada satu hal yang mungkin akan selalu mengingatkan saya dengan k sukma, es kelapa. seisi kantor juga tau, kl k sukma sangat cinta es kelapa. dia sanggup bertahan dikantor selama 9 jam hanya dengan berbekal es kelapa ini.
ada rumor yang beredar (wajar dong,artis kantor) dia akan segera dipinang! mudah2an rumornya benar, amin. so, yes,she is still single. kalo ada yang tertarik,silahkan komen saja =p








Asdar, Local Consultant



Sejak kehadiran k asdar, suasana di kantor jadi lebih semarak. Walaupun berdarah bone tulen, tapi the way he talks is more like batak, exept for his accent. Dia khas dengan ceritanya yang konyol dan kadang jayus, but we all love it. tiap kali mau mulai menceritakan sesuatu, biasanya dia akan berdiri dari kursinya, dan tangannya digerak-gerakkan, seperti kalo orang presentasi.
Diluar JICA, dia juga seorang pengusaha sukses. untuk sementara ini, kecil-kecilan, tp sekali gol sudah bisa dapat honda jazz hihih.
what i like best about him, dia tidak pernah pelit cerita mengenai caranya mendapatkan kesuksesan. sering, setelah bercerita, dia tiba2 berubah menjadi motivator, terus mendorong supaya kita bisa menjadi 'seseorang'.









Melissa, Project Assistant, Interpreter



Wanita berwajah ayu dan berkulit putih ini aslinya dari Manado. kaarena mengikuti suaminya yang seorang tentara, dia akhirnya ke Makassar juga. she is a fast worker. walaupun kalo kerja masi sering ngintip2 facebook dan ym (sorry buka kartu haha) pekerjaannya tetap bisa selesai sesuai waktu, dan tidak amburadul, tdk seperti saya yang harus kerjaannya berantakan. k mel, sapaan akrabnya, hobi makan, tapi tidak berdampak sama sekali terhapap badannya yang tinggi dan semampai. dia tipe orang yang cerewet soal makanan, aak selektif, bukan mengenai eksklusif tidaknya sebuah makanan, tapi lebih ke kandungan makanannya. tiap membeli makanan/minuman kemasan, dia dengan sabar dan teliti akan mengecek komposisi. she says no to pengwet, pewarna, atau bahan aditif yg tidak meyehatkan lainnya. dia juga tidak makan apapun yg terbuat dari






Alauddin, Project Assistant/Interpreter


Ayah dari dua anak ini, sebenarnya terlihat cuek dan pendiam. tapi ternyata tidak juga. dia suka juga mencalla-calla kita yang cantik dan lugu (saya, ksukma, dan k mel). dan termasuk yang paling rajin traktir. jadi selain interpret bahan dari proyek, dia juga sering ngebantuin nerjemahin bahan dari JICA pusat, yan artinya dapat tambahan fulus. wong orang mmg dasarnya baik, dia tidak tega tidak mentraktir kita setelah dapat tambahan fuluf itu, hehehe. tidak seperti pak yong yg biasanya selalu kita gentayangi dengan permintaan traktir, k al suka nyahut sendiri kl dia pengen traktir(baguslah). k al juga sepertinya ayah yang baik. tiap ada makanan dikantor, dia biasanya idak memakan bagiannya, tapi membawanya pulang untuk gadis2 kecilnya.

Yong, Driver

This is the really first time i met a 'driver' yang segokil dia. orangnya benar-benar asik. suka bergosip juga hehe. jadi bukan driver sembarangan doong, dia juga ternyata pemilik semua mobil yang di rent sama proyek ini. otak bisnisnya juga jitu jek. tapi untungnya tidak pelit. dia sering bawa jalangkote dan lumpia. jadi y sialnya dia, kalo setelah itu saya dengan tidak malunya terus-terusan minta dibelikan jalangkote hihihi.



untuk tenaga ahli nya a.k.a staf non-lokal, ada:
Takuya Okada, Team Leader
Taro Tsubogo
Akihiko Morinaga
Masato Kuroda
Fumiko Akazawa
Fumiko Enkaku
Lalith Devasiri
they all are great bosses. tidak ada satupun yang pernah bikin saya jengkel, tidak enak hati, atau apapun yang negatif. believe it or not, selama kerja disini, saya SAMA SEKALI tidak pernah dimarahi. not even a bit. padahal sebagai orang yang paling baru, paling muda, dan paling tidak berpengalaman, saya sangat sering membuat kesalahan kecil. oh..and plus, saya juga tidak disiplin a.k.a sering telat masuk kantor.oops.




this is a suprise cake from mr. okada. oh yes, as ive said over n over again in my twitter, my boss is super cool =)
kue ini diberikan hari ini, the last day of my duty, sebagai perpisahan mungkin. seminggu sebelumnya kita juga sudah make a farewell party, dinner n karaoke.







hal lain yg bikin saya smakin cinta pekerjaan ini:
1. saya sering berinteraksi dengan foreigner, tapi untuk berkomunikasi dengan japanese, this is the first time. awalnya it was totally hard untuk mengerti aksen mereka, but now, everything is easier.
2. banyak yang bilang klo kerja sama orang jepang bakalan tertekan, but not at my place. dengar2, dari semua proyek JICA di makassar, di tempat saya yang paling nyante. sekali lagi, my boss is super cool dong.
3. its prestigious. hal ini terbuktikan ketika saya lulus berkas beasiswa fulbright. i didnt know about it, until i met para calon fulbrighter.dari 12 orang dari se-indonesia timur, ada 3 orang yang saat itu bekerja di JICA. selain itu, saat proses wawancara berlangsung, para interviewer terdengar sangat interest when i start talking bout the project and its mission. mereka ngangguk everytime i mention JICA.
4. latar belakang pendidian saya HI, sementara proyeknya seputar industri, pemasaran, pertanian,dll. so, i had lots of new knowledge. n u know what, i even know how to make chocolate bar. dari proses bijinya sampe siap dipasarkan.

waahh..masih banyaaakk lagiii..but time is ticking, n now its 5.20 pm.. need to say bye..

BYE JICA Local Industry ... ill miss you!!